Jumat, 07 September 2012

My story 2



I am the daughter of an incredible woman. Women who marry without the full blessing of his mother due to differences in the degree of material. "Markonah" is the name of my mother. When I was little my mom always earn their own living because my father was weak and never worked.
My mom climbed down the hill and across the river to sell his wares to the city. My mother used to sell different kinds of fruits.she departed from dawn sun had not yet risen and returned the sun had set. Passing through the same path. It's done every day .. every day.
My father was the son of religious leader and imam of a mosque so she was not used to working.
When my father and mother were married, my mother who is looking for money.
Our life is very less. very rich uncle they always insult. insulting my home, clothes and food. But we did not retaliate, we just pray and wait.
One day my father saw a lot of kids in my region are not many schools,  in mind my father to make the elementary school and high school. My father was a member of the school name is the name of my grandfather (ASROR) = secret. My father had a prayer so that people want to go to school at my place. My father chose an outsider to become principals and entrust everything to them because at that time my brother was a kid.
At school I had started going to succeed my father died. Everything is confused .. who is continuing. 3 months passed after my father died. At that time my mother called the headmaster and asked about school, but you know what their answer "school does not belong to you, it belongs to the national agency" they show their hand in front of her face. At that time I was 8years old. I still remember clearly the face my mother.she tears. moment I am weak and helpless silence just staring at her. My brother did not dare because he was still a teenager.
My family agreed to no longer deal with the school "if you want to take this," because we are not geeks treasure. Those headmasters enjoy their positions and take money at will. Currently my mother decided to sell in the school cafeteria. Schools that used to be made and fought with my father. my brother start a business to help my mother and father continue to struggle as priests and religious teaching. incident lasted 20 years .
My brother has the confidence successor to my father to watch the people who are there at the school and report to him. Finally, my sister managed to give something to the principal and he took it out. When we think the victory is our family, it turns out we were wrong .. my brother friend  betrayed confidants. He influenced so that teachers hated my brother and did not want to pray in the mosque where prayers my brother.
My brother continue to be patient and pray. My family always believed "God does not sleep, and he knows what is right and wrong. Every action there must be reply ". And it's true they all get a reply from the gods. Those headmasters are evil now do not get any position, and only at home.
Now my family is well off, my brother had a lot of open businesses and help me and my mother. My mother was very old, 50 years old but he's still working spirit. She would not take money from my brother to useless. She received the gift of money but still works ..
When I saw the school I often said to myself "why is my dad died so quickly, in fact you have not enjoyed the success of your efforts and your children see adults. Perhaps the gods had other plans. "
You have to know my sister is very good at reading and translating books authored the Sufis. There's even memorized the Qur'an.
I ilaiqi .. nothing .. I'm just balancing on my family. Because if they are clever people coming together can be very selfish with their opinion, then I'm the one that mediates and makes the humor so it could be a more relaxed atmosphere.
Currently this only what I can do for my family.

Here's my story I use the English language sober. probably a lot of mistakes because my English bad
 :-D

Jumat, 23 Maret 2012

“A mystery heart said"


……heart to heart…….
“A mystery heart said”
Saat melihat matahari terbit bersinar terang dari belakang gunung, Sina memandang dari pinggir tebing berhiaskan bukit dengan cahaya yang berkilau namun lembut dan ramah. Ketika itu suara angin berembus sayup-sayup menerbangkan kerudung indah Sina yang bermotif bunga liar. Mata Sina sedikit terpejam karena tak kuat memandang cahanya tersebut, tapi Sina tak kuasa meninggalkan tempat itu.Sambil memejamkan mata serta tangan diangkat keatas dengan posisi terlentang kanan dan kiri Sina menghirup udara bebas yang bersih.Dalam kedamaian itu terbesit dalam pikiran Sina “Mungkinkah surga akan sedamai ini atau bahkan lebih damai lagi…???”.Ketika masih dalam bayang-bayang pemikiran itu tiba-tiba terdengar suara yang tegas tapi lembut menyapanya “Kenapa engkau memikirkan surga padahal kamu belum mati dan belum melihatnya…?”, seraya tetap memejamkan mata Sina menjawab percakapan itu,”Karena kadang aku sudah tidak tahan dengan keadaan dunia yang begitu semerawut dan keadaan keluarga yang tidak terlalu baik, hmmm….ufhhh.., angin ini begitu nikmat bila dirasakan..”,Sina pun melanjutktan kemabali pernyataanya,”Seandainya kematian menyelesaikan semua pasti aku akan melakukan itu dari dulu,tapi..dalam kematian masih terdapat tanggung jawab yang sangat besar yaitu pertanggungjawaban kita selama di dunia,jadi aku tak akan mengakhiri kehidupanku dengan sia-sia..”.
Dalam situasi perdebatan lembut itu terdengar suara kepakkan sayap yang besar dan menerbangkan sapu tangan yang Sina letakkan di kantong bajunya.Karena begitu kencangnya tubuh Sina tersoyong kedepan,Sina pun tersentak kaget dan membuka matanya, sekatika itu Sina langsung memandang keatas.Dalam sayup-sayup ketinggian Sina melihat seperti sesosok burung besar dengan sayap putih yang cantik. Dalam perasaan yang masih dipenuhi rasa penasaran terbesit dalam pikiran Sina “mungkinkan itu sosok yang selama ini memberiku nasihat bijak…??” , dalam lamunannya yang tanpa sadar tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang memanggil nama Sina dengan suara yang keras seraya melambaikan tangan dari ujung belakang yang jauh, “Sina…….Sina…..”, Sina pun melihat kebelakang dan sayup-sayup terlihat seorang laki-laki ,Sina pun memandang tajam kearah laki-laki itu dan sedikit menggelengkan kepalanya ke kiri.Dalam situasi itu terbesit dalam pikiran Sina “Siapakan orang itu..??”.Perlahan-lahan laki-laki itu berlari menuju kearahnya, semakin dekat..semakin dekat sampai akhirnya laki-laki itu sampai dihadapan Sina ,seketika itu  mata Sina langsung terbelalak membulat karena tak menyangka datang pelukan yang  tidak terduga.Sina pun hanya bisa terbengong dengan tubuhnya yang terasa kaku dan paru-parunya serasa tidak dapat berfungsi untuk bernafas. Dalam kondisi itu, laki-laki misterius itu menghujani Sina dengan banyak pertanyaan “Hey Sina…bagaimana kabarmu..?, Apa yang sekarang kamu lakukan..?, sedang apa disini..?”, dalam kondisi yang masih dalam pelukan erat Sina hanya bisa menjawab dengan kata-kata abjad, “ehhmm..emm..aa..kk..uu..”. laki-laki itu menunjukkan muka penasaran seraya melepaskan pelukan eratnya dan berkata “Hey..sina apa yang kamu katakan..?? aku tidak mengerti..?”. Sina pun berkata denga sedikit sinis,”Hey kamu..Mengapa kamu bertanya padaku…seharusnya bukannya aku yang harus bertanya padamu. Apa kamu itu tidak tahu sopan santun tidak kenal tapi bisa-bisanya memeluk orang,hah..dasar..laki-laki aneh…!!!". Sina pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal sekaligus malu.Tapi laki-laki itu mengejar dan menarik tangan Sina,”Hey…Sina..Apa kamu benar-benar tidak tahu siapa aku..??, Sinapun menjawab seraya melepaskan tangannya dari pegangan laki-laki misterius itu,”Hey..kamu…aku itu benar-benar tidak kenal kamu…!! Apa kamu masih mau mengejarku terus..!”. Laki-laki itupun menjawab  seraya menggelengkan kepala beberapa kali serta tersenyum kecewa,”apa…?benarkah..?benarkah yang kamu katakana itu..?”. Sina menjawab dengan semakin sinis,”Tentu saja…! memangnya kamu itu siapa dan apa pentingnya buatku,hah...!”. Dengan perasaan kesal Sina meninggalkan tempat itu,Tapi dalam langkah kaki yang cepat terbesit dalam pikiran Sina “Sebenarnya siapa dia…??, Apa aku mengenalnya...??, Mengapa dia tahu namaku...??,  tapi mengapa dia serasa tidak asing bagiku??, sebenarnya siapa dia..??”.Dalam pikiran yang menyisakan banyak pertanyaan itu, tiba-tiba langkah Sina yang semula begitu cepat tiba-tiba perlahan-lahan melambat dan seketika itu berhenti.Sina memandang kebelakang dan melihat laki-laki itu berdiri kaku dan  kepalanya  tertunduk. Sina semakin merasa penasaran sekaligus merasa bersalah tanpa sadar sina mengatakan sesuatu seraya memandang laki-laki itu ”Apa yang sebenarnya terjadi...??” Karena rasa penasaran yang memuncak Sina pun memutuskan kembali ke arah dimana lelaki itu masih terlihat diam berdiri kaku “Maafkan atas sikapku tadi,ya..”,laki-laki misterius itu mengagkat wajahnya dan tersenyum “Tidak apa apa,Sina,aku tahu pasti kedatanganku begitu mengejutkanmu,bukan??”. “Sebenarnya bukan hanya mengejutkanku tetapi juga menakutiku,tapi..bolehkah aku bertanya sesuatu..?”, dengan mimik muka yang lembut dan senyum yang begitu menawan dan manis dia menjawab dengan nada singkat “He'em tentu..”,beberapa detik Sina terkesima dengan aura senyum yang diberikan laki-laki misterius itu."Hey..sina..katanya kamu ingin menanyakan sesuatu..?".tegurannya. Sina pun terkejut dengan teguran itu "Eh,iya..itu..sebenarnya kamu itu siapa? apakah kita pernah bertemu?". Laki-laki misterius itu mengacuhkan pertanyaan Sina sambil terus memandang wajah Sina seraya  tersenyum dan sekali mengedipkan kedua matanya "Ya Tuhan..kenapa dia terlihat begitu cantik sekali". Sina yang saat itu juga memandang wajah laki-laki tersebut tidak begitu paham dengan apa yang dirasakan dalam hati Sina mengatakan "Ada apa denganku kenapa aku begitu damai ketika  melihat wajah laki-laki ini". Beberapa menit mereka saling pandang dengan pikiran masing-masing yang memikirkan seseorang yang ada dihadapannya.Dalam keheningan itu muncul seseorang dari arah dimana pertama kali muncul laki-laki misterius tersebut seraya berteriak memanggil Sina, "Sina...Sina..Hai..". Sina dan laki-laki misterius  terkejut dan langsung tersadar dari alam lamunan masing-masing. "Hai..Sina,apa yang kamu lakukan disini?"."ohh..Andry..tidak, aku hanya ingin melihat pemandangan" ,jawab Sina. "ohh..Aku kira kamu lagi ngapain, Eh..ini siapa Sina?" tanya Andry kepada Sina. "ohh..ini..ini..ini adalah.." belum selesai Sina menjawab pertanyaan andry tiba-tiba laki-laki tersebut menjulurkan tangannya kepada Andry "Hai..aku Fausta". Andry membalas juluran tangan Fausta "Hai..Fausta aku Andry". Mata Sina terbelalak membulat mendengar nama Fausta "Fausta..Fausta..Dia adalah Fausta..", pikirnya. Kakinya serasa lemas walaupun dia hanya menahan tubuhnya yang kecil. "Hey..Sina..Kamu ini kenapa,melamun saja",tanya Andry. Sina tersadar dari lamunan pikirannya "ohh..tidak ,aku hanya..." belum selesai Sina menjawab pertanyaan Andry, Andry sudah menarik tangannya dan mengajaknya pergi "Ayo Sina kita pergi, Fausta kita pergi dulu,ya". "ohh..iya silahkan pergi" jawab Fausta dengan senyum. Sina berjalan dan menoleh memandang Fausta dia tahu senyum itu adalaha senyum kecewa dalam pikiran sina banyak p