……heart
to heart…….
“A
mystery heart said”
Saat melihat matahari terbit bersinar terang dari belakang gunung,
Sina memandang dari pinggir tebing berhiaskan bukit dengan cahaya
yang berkilau namun lembut dan ramah. Ketika itu suara angin berembus sayup-sayup
menerbangkan kerudung indah Sina
yang bermotif bunga liar. Mata Sina
sedikit terpejam karena tak kuat memandang cahanya tersebut, tapi Sina tak kuasa meninggalkan
tempat itu.Sambil memejamkan mata serta tangan diangkat keatas dengan posisi terlentang
kanan dan kiri Sina
menghirup udara bebas yang bersih.Dalam kedamaian itu terbesit dalam pikiran Sina “Mungkinkah surga akan sedamai ini atau bahkan lebih
damai lagi…???”.Ketika masih dalam bayang-bayang
pemikiran itu tiba-tiba terdengar suara yang tegas tapi lembut menyapanya “Kenapa engkau memikirkan surga padahal kamu belum mati dan belum
melihatnya…?”, seraya tetap memejamkan mata Sina menjawab percakapan
itu,”Karena kadang aku sudah tidak tahan
dengan keadaan dunia yang begitu semerawut dan keadaan keluarga yang tidak
terlalu baik, hmmm….ufhhh.., angin ini begitu nikmat bila dirasakan..”,Sina pun melanjutktan
kemabali pernyataanya,”Seandainya
kematian menyelesaikan semua pasti aku akan melakukan itu dari dulu,tapi..dalam
kematian masih terdapat tanggung jawab yang sangat besar yaitu
pertanggungjawaban kita selama di dunia,jadi aku tak akan mengakhiri
kehidupanku dengan sia-sia..”.
Dalam situasi perdebatan lembut itu terdengar suara
kepakkan sayap yang besar dan menerbangkan sapu tangan yang Sina letakkan di kantong
bajunya.Karena begitu
kencangnya tubuh Sina
tersoyong kedepan,Sina pun
tersentak kaget dan membuka matanya,
sekatika itu Sina
langsung memandang keatas.Dalam sayup-sayup ketinggian Sina melihat seperti sesosok burung besar dengan sayap putih
yang cantik. Dalam perasaan yang masih dipenuhi rasa penasaran terbesit dalam
pikiran Sina “mungkinkan itu sosok yang selama ini memberiku
nasihat bijak…??” , dalam lamunannya yang tanpa sadar tiba-tiba
terdengar suara laki-laki yang memanggil nama Sina dengan suara yang keras seraya
melambaikan tangan dari ujung belakang
yang jauh, “Sina…….Sina…..”,
Sina pun melihat kebelakang
dan sayup-sayup terlihat seorang laki-laki ,Sina pun memandang tajam kearah
laki-laki itu dan sedikit menggelengkan kepalanya ke kiri.Dalam situasi itu terbesit dalam
pikiran Sina “Siapakan orang itu..??”.Perlahan-lahan
laki-laki itu berlari menuju kearahnya, semakin dekat..semakin dekat sampai
akhirnya laki-laki itu sampai dihadapan Sina ,seketika itu mata
Sina langsung terbelalak membulat karena tak
menyangka datang pelukan
yang tidak terduga.Sina pun hanya bisa
terbengong dengan tubuhnya yang terasa kaku dan paru-parunya serasa tidak dapat berfungsi untuk bernafas.
Dalam kondisi itu, laki-laki misterius itu menghujani Sina dengan banyak
pertanyaan “Hey Sina…bagaimana
kabarmu..?, Apa yang sekarang kamu lakukan..?, sedang apa disini..?”, dalam
kondisi yang masih dalam pelukan erat Sina
hanya bisa menjawab dengan kata-kata abjad, “ehhmm..emm..aa..kk..uu..”.
laki-laki itu menunjukkan muka penasaran seraya melepaskan pelukan eratnya dan
berkata “Hey..sina apa yang kamu katakan..??
aku tidak mengerti..?”. Sina pun
berkata denga sedikit sinis,”Hey
kamu..Mengapa kamu bertanya padaku…seharusnya bukannya aku yang harus bertanya
padamu. Apa kamu itu tidak tahu sopan
santun tidak kenal tapi bisa-bisanya memeluk orang,hah..dasar..laki-laki
aneh…!!!". Sina pun
meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal sekaligus malu.Tapi laki-laki itu
mengejar dan menarik tangan Sina,”Hey…Sina..Apa
kamu benar-benar tidak tahu siapa aku..??, Sinapun menjawab seraya melepaskan
tangannya dari pegangan laki-laki misterius itu,”Hey..kamu…aku itu benar-benar tidak kenal kamu…!! Apa kamu masih mau
mengejarku terus..!”. Laki-laki itupun menjawab seraya menggelengkan kepala beberapa kali serta tersenyum kecewa,”apa…?benarkah..?benarkah yang kamu katakana itu..?”. Sina menjawab dengan semakin
sinis,”Tentu saja…! memangnya kamu itu
siapa dan apa pentingnya buatku,hah...!”.
Dengan perasaan kesal Sina meninggalkan tempat itu,Tapi dalam langkah kaki yang
cepat terbesit dalam pikiran Sina “Sebenarnya
siapa dia…??, Apa aku mengenalnya...??,
Mengapa dia tahu namaku...??, tapi mengapa dia serasa tidak asing bagiku??, sebenarnya siapa dia..??”.Dalam
pikiran yang menyisakan banyak pertanyaan itu, tiba-tiba langkah Sina yang semula
begitu cepat tiba-tiba perlahan-lahan melambat dan seketika itu berhenti.Sina
memandang kebelakang dan melihat laki-laki itu berdiri kaku dan kepalanya
tertunduk. Sina semakin merasa penasaran sekaligus merasa bersalah tanpa sadar sina mengatakan sesuatu seraya memandang laki-laki itu ”Apa yang sebenarnya terjadi...??” Karena rasa penasaran yang memuncak Sina pun memutuskan
kembali ke arah dimana lelaki itu masih terlihat diam berdiri kaku “Maafkan
atas sikapku tadi,ya..”,laki-laki misterius itu mengagkat wajahnya
dan tersenyum “Tidak apa apa,Sina,aku tahu pasti kedatanganku begitu mengejutkanmu,bukan??”. “Sebenarnya bukan hanya mengejutkanku tetapi juga menakutiku,tapi..bolehkah aku
bertanya sesuatu..?”, dengan mimik muka yang lembut dan senyum yang begitu
menawan dan manis dia menjawab dengan nada singkat “He'em tentu..”,beberapa detik Sina
terkesima dengan aura senyum yang diberikan laki-laki misterius itu."Hey..sina..katanya kamu ingin menanyakan sesuatu..?".tegurannya. Sina pun terkejut dengan teguran itu "Eh,iya..itu..sebenarnya kamu itu siapa? apakah kita pernah bertemu?". Laki-laki misterius itu mengacuhkan pertanyaan Sina sambil terus memandang wajah Sina seraya tersenyum dan sekali mengedipkan kedua matanya "Ya Tuhan..kenapa dia terlihat begitu cantik sekali". Sina yang saat itu juga memandang wajah laki-laki tersebut tidak begitu paham dengan apa yang dirasakan dalam hati Sina mengatakan "Ada apa denganku kenapa aku begitu damai ketika melihat wajah laki-laki ini". Beberapa menit mereka saling pandang dengan pikiran masing-masing yang memikirkan seseorang yang ada dihadapannya.Dalam keheningan itu muncul seseorang dari arah dimana pertama kali muncul laki-laki misterius tersebut seraya berteriak memanggil Sina, "Sina...Sina..Hai..". Sina dan laki-laki misterius terkejut dan langsung tersadar dari alam lamunan masing-masing. "Hai..Sina,apa yang kamu lakukan disini?"."ohh..Andry..tidak, aku hanya ingin melihat pemandangan" ,jawab Sina. "ohh..Aku kira kamu lagi ngapain, Eh..ini siapa Sina?" tanya Andry kepada Sina. "ohh..ini..ini..ini adalah.." belum selesai Sina menjawab pertanyaan andry tiba-tiba laki-laki tersebut menjulurkan tangannya kepada Andry "Hai..aku Fausta". Andry membalas juluran tangan Fausta "Hai..Fausta aku Andry". Mata Sina terbelalak membulat mendengar nama Fausta "Fausta..Fausta..Dia adalah Fausta..", pikirnya. Kakinya serasa lemas walaupun dia hanya menahan tubuhnya yang kecil. "Hey..Sina..Kamu ini kenapa,melamun saja",tanya Andry. Sina tersadar dari lamunan pikirannya "ohh..tidak ,aku hanya..." belum selesai Sina menjawab pertanyaan Andry, Andry sudah menarik tangannya dan mengajaknya pergi "Ayo Sina kita pergi, Fausta kita pergi dulu,ya". "ohh..iya silahkan pergi" jawab Fausta dengan senyum. Sina berjalan dan menoleh memandang Fausta dia tahu senyum itu adalaha senyum kecewa dalam pikiran sina banyak p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar